Logo SantriDigital

wisuda santri

Ceramah
D
Didin komarudin
7 Mei 2026 5 menit baca 2 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ، كَمَا يُحِبُ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ، كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ (المجادلة: 11) رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي. *Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.* Yang terhormat, para alim ulama, kyai, asatidz, asatidzah yang senantiasa kami muliakan. Wabil khusus Bapak Kepala Desa beserta segenap perangkat desa, Bapak dan Ibu tokoh masyarakat, Bapak Ibu orang tua wali santri yang hari ini wajahnya berseri-seri karena bahagia, dan seluruh hadirin wal hadirat yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta'ala. Puji syukur kehadirat Allah Subhanahu wa Ta'ala yang pada hari yang berbahagia ini, di momen yang penuh berkah ini, kita semua bisa berkumpul dalam acara wisuda santri Pondok Pesantren (sebutkan nama pondok pesantren jika ada) dengan keadaan sehat wal 'afiat. Rasanya hati ini ikut berbunga-bunga, campur aduk antara bangga, haru, dan sedikit deg-degan nih, soalnya yang diwisuda ini bukan anak ayam, tapi calon-calon pemimpin masa depan umat. Hadirin yang berbahagia, Hari ini adalah hari yang istimewa, hari kelulusan, hari wisuda santri kita. Kalau diibaratkan sebuah perjalanan, hari ini adalah kita sampai di sebuah stasiun penting. Bukan berarti berhenti ya, tapi ini adalah titik untuk mengisi bekal lagi, melanjutkan perjalanan yang lebih jauh lagi. Mungkin sebagian orang tua melihat anaknya sekarang sudah resmi jadi "alumni" pondok, sudah bisa pulang kampung dengan gelar baru. Dulu pulang kampung, baru bisa ngaji Fatihah, sekarang pulang kampung, insya Allah sudah bisa ngaji kitab kuning. Beda kelas kan? Anak-anakku santri-santriwati yang berbahagia, selamat atas diraihnya predikat sebagai alumni! Wisuda ini bukan akhir dari segalanya, tapi justru awal dari perjuangan yang sebenarnya. Ingat, di Al-Qur'an Surat Al-Mujadalah ayat 11 Allah berfirman: "Allah akan meninggikan orang-orang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." Nah, kita ini kan semua beriman dan sedang menuntut ilmu, jadi insya Allah derajat kita bakal naik terus. Tapi jangan sampai nanti derajatnya naik, tapi kelakuannya malah turun ya. Nanti malah dikira parabola, makin tinggi makin puyeng. Hadirin sekalian, Menjadi santri itu punya keistimewaan tersendiri. Dulu waktu kecil, kita mungkin suka lihat santri itu identik sama baju koko, peci, sama sarung. Kalau jalan bareng-bareng, gayanya kadang sok paling alim sedunia. Tapi di balik itu semua, ada perjuangan yang luar biasa. Bangun pagi dingin-dingin cuma buat dengerin suara azan, ngaji dari ayat pendek sampai ayat panjang, nambah hafalan ayat suci Al-Qur'an sampai lupa makan. Kadang ada juga godaan, lihat teman bawa HP baru, kita cuma bisa nelen ludah sambil ngaji. Ingat hadits Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam: "Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga." (HR. Muslim). Nah, jadi kalau ada yang mulai malas ngaji, malas belajar, ingat-ingat hadits ini. Jangan sampai jalan ke surga malah dibelokkan ke jalan tol yang macet. Bapak Ibu orang tua santri, hari ini adalah buah dari kesabaran dan pengorbanan panjenengan. Bertahun-tahun putera-puteri kita mondok, jauh dari rumah. Kadang kita kangen, ingin peluk, ingin masakin makanan kesukaan. Tapi demi ilmu, demi masa depan yang lebih baik, kita relakan. Begitu juga anak-anak kita, mereka menahan rindu, menahan godaan duniawi, demi menuntut ilmu agama. Jadi, hari ini kita sama-sama berbahagia. Tapi bahagia ini jangan sampai membuat kita lupa, bahwa ini adalah awal. Anak-anakku sekalian, ketika kalian sudah di masyarakat, ilmu yang kalian dapatkan di pondok ini harus bisa bermanfaat. Jangan sampai sudah lulus, tapi ilmunya ngendon di dalam kitab saja. Nanti malah seperti punya buku resep tapi tidak pernah dimasak. Jadi, jadilah santri yang bisa membawa manfaat. Bisa mengajarkan kebaikan, bisa menjadi teladan. Kalau dulu di pondok kalian belajar tentang tata cara shalat yang benar, sekarang praktikkan di masjid kampung kita. Kalau kalian belajar tentang muamalah, jangan sampai nanti malah bikin tetangga pusing. Ingatlah pesan ulama kita yang mulia, Syaikhona Kholil Bangkalan pernah berpesan dalam kesempatan lain, "Ora sido dadi kyai sing marai wurung, yen ora gelem ngelmu lan ngamal." Artinya, tidak akan menjadi kyai yang berhasil (dalam arti luas, menjadi orang yang berilmu dan mengamalkan ilmunya) kalau tidak mau belajar dan mengamalkan ilmunya. Jangan sampai cita-cita jadi orang baik, tapi amalnya malah bikin celaka. Hadirin yang dirahmati Allah, Momen wisuda ini adalah pengingat bagi kita semua. Pengingat untuk terus menuntut ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu umum. Keduanya penting. Ibarat roda, ilmu agama adalah porosnya, ilmu umum adalah peleknya. Tanpa keduanya, kita tidak akan bisa berjalan dengan sempurna. Mari kita jadikan momen ini sebagai semangat baru untuk terus belajar, terus beramal, dan terus menebar kebaikan. Jangan pernah lelah menuntut ilmu. Jangan pernah berhenti berbuat baik. Jadilah insan yang paling bermanfaat bagi sesama. Baiklah Bapak Ibu, hadirin sekalian, mungkin demikian yang bisa saya sampaikan. Semoga apa yang kita dengar hari ini bisa menambah khazanah keilmuan kita, menguatkan iman kita, dan memotivasi kita untuk terus beramal saleh. *Allahummaf'al bina walanaa...* Ya Allah, perbaikilah keadaan kami, dan jadikanlah kami termasuk orang-orang yang baik. Ya Allah, jadikanlah anak-anak kami, para santri yang baru diwisuda ini, menjadi generasi yang sholeh dan sholehah, yang berbakti kepada orang tua, yang membawa manfaat bagi agama, nusa, dan bangsa. Ya Allah, berikanlah keberkahan pada ilmu yang telah kami pelajari, dan jadikanlah itu bekal kami di dunia dan akhirat. Mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada kata-kata yang kurang berkenan, yang keliru, yang menyinggung hati panjenengan semua. Karena kesempurnaan hanya milik Allah, dan kesalahan datangnya dari kami yang fakir ilmu ini. Atas kehadiran panjenengan semuanya, kami ucapkan terima kasih yang tak terhingga. *Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.*

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →